POINNUPORONG – Drs. H. M. Sugiono (akrab disapa Abah Sugik) merupakan salah satu ulama dan penggerak NU senior di Kabupaten Sidoarjo. Sebelum mengemban amanah sebagai ketua tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Porong, beliau memiliki rekam jejak kader dan manajerial yang panjang di tingkatan badan otonom (Banom) hingga pengurus daerah, termasuk keterlibatannya di GP Ansor Sidoarjo.
Beliau dikenal memiliki kedekatan lintas lini baik dengan ulama sepuh, ulama pesantren, kader muda NU, hingga jajaran pemerintah daerah dan masyarakat akar rumput.
Benteng & Pengayom Warga Pasca-Bencana Lumpur Lapindo
Bencana lumpur Lapindo yang menerjang Porong sejak 2006 bukan sekadar bencana fisik, melainkan krisis sosial, ekonomi, dan spiritual bagi ribuan warga Nahdliyin. Di titik kritis inilah integritas Abah Drs.H. Sugiono teruji.
Penguat Mental & Spiritual Warga, Beliau berdiri di barisan depan untuk menjaga stabilitas mental dan spiritual warga terdampak. Kehadirannya konsisten memimpin pengajian, istighosah, dan penguatan jamaah di tengah ketidakpastian.
Menjaga Ruang Sosial & Warisan Tradisi NU Salah satu kiprah pentingnya adalah merawat memori kolektif dan situs-situs keagamaan warga terdampak, seperti merawat tradisi ziarah dan keberadaan makam-makam para ulama/pendiri pesantren di Porong (di antaranya makam KH. Anas Al Ayuby) yang dikepung lumpur. Tempat tersebut dijaga agar terus menjadi magnet penguat tali silaturahmi kader NU dan tempat bertaut spiritual warga.
Pengawalan hak & kesejahteraan warga MWCNU Porong di bawah kepemimpinannya hadir tidak hanya sebagai wadah keagamaan, tetapi juga lembaga advokasi moral dan sosial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat lumpur.
Karakter & prinsip pepemimpinan (Khas Nahdliyin) kemandirian organisasi Yai Sugik memegang teguh prinsip keberdayaan NU. Petuah beliau mengenai pentingnya urunan/kemandirian kader menjadi bukti komitmennya bahwa jam’iyah harus berdiri tegak secara mandiri untuk melayani umat.
Merakyat & membumi kepemimpinannya mengedepankan asas kekeluargaan dan keterbukaan. Beliau dikenal mudah diakses oleh warga akar rumput tanpa sekat formalitas.
Kelayakan Sebagai Kandidat Ketua PCNU Sidoarjo
Dorongan dan keyakinan warga terhadap figur Abah Drs. H. M. Sugiono untuk memimpin PCNU Sidoarjo didasari oleh beberapa aspek utama:
Aspek legitimasi keterangan & argumentasi utama dikungan akar rumput berasal dari kawasan terdampak lumpur Lapindo (Porong) membuat kepemimpinannya mendapat tempat emosional yang sangat dalam di hati warga Nahdliyin Sidoarjo selatan dan sekitarnya.
Kapasitas Manajerial Organisasi, Sukses memimpin MWCNU Porong, salah satu MWC dengan dinamika sosial paling kompleks di Sidoarjo menjadi bukti kepemimpinan yang tangguh dan teruji.
Dukungan lintas generasi diterima baik oleh kalangan kiai/ulama sepuh pesantren maupun generasi muda kader NU karena gaya komunikasinya yang inklusif.
Abah Sugiono bukan sekadar pimpinan organisasi keagamaan, melainkan figur pengayom yang telah teruji dalam gelombang ujian bencana lumpur Lapindo. Dedikasi, kepedulian sosial, serta independensinya menjadikan beliau kandidat yang sangat relevan dan rasional untuk membawa PCNU Sidoarjo semakin solid, mandiri, dan berpihak pada kesejahteraan jamaah.(NKH)

Leave a Reply