“Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua, Menuju Kebangkitan Baru”, merupakan tema yang diusung dalam perhelatan akbar resepsi puncak peringatan berdirinya 100 tahun organisasi terbesar di dunia saat ini. Nahdlatul Ulama akan memasuki era baru yang tantangannya akan semakin komplek bak mencari jarum dalam tumpukan jerami. Betapa tidak, derasnya arus informasi dan lebarnya pintu komunikasi sungguh patut jadi bahan renungan yang bisa memberi nilai positif juga negatif sebuah organisasi tak terkecuali Nahdlatul Ulama.
Sebut saja digitalisasi informasi, antara fakta dengan hoaks sungguh sulit bagi masyarakat awam bahkan bisa juga kalangan terpelajar dalam memilih dan memilahnya. jika hal tersebut tidak terdeteksi sejak dini, tentunya lambat laut organisasi tersebut akan tergerus oleh erosi perkembangan zaman yang kian hari kian mencari lahan gundul yang jadi pijakan sebuah organisasi.
Sebagai contoh nyata yang lagi terasa saat ini di khalayak awam tentang informasi penculikan anak, jika masyarakat awam tidak kita beri informasi cepat dan akurat tentunya mereka akan semakin gelisah dan bingung. disatu sisi, berita itu gencar di dunia maya, di sisi lain ada fakta informasi dari beberapa pihak mengklarifikasi bahwa berita tersebut hoaks adanya.
Mendigdayakan sebuah organisasi – termasuk juga Nahdlatul Ulama’ – banyak cara dan jalannya. salah satu cara yang dipilih oleh Pimpinan Anak Cabang Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Nahdlatu Ulama’ Porong adalah Tholabul Ilmi – NoTHO LAyanan Bil ULum Ingin Lebih ManfaatI -. Akronim itu didengungkan oleh PAC JQH NU Porong sebagai salah satu jawaban menafsiri tema yang diusung PBNU saat resepsi Puncak 1 Abad Nahdlatul Ulama Tahun ini.
NoTHO, mengandung arti mengelola. Mengelola perputaran organisasi, mengelola hilir mudik pengelola organisasi dari tingkat bawah hingga yang tertinggi, mengelola hingar bingar informasi organisasi agar lebih terarah dan responsibility.
LAyanan diupayakan sesuai tupoksi dan PD/PRT organisasi; Prima dalam berkhidmat, semangat dalam berkarya, ikhlas dalam mengabdi.
Bil ULum merupakan salah satu cara berproses diri juga organisasi dalam memperbaiki diri melalui kajian berbagai ilmu – baik yang berhubungan dengan kemajuan kendaraan, penumpang juga operator organisasi – maupun ilmu ilmu yang berhubungan dengan sarana menstabilkan iman dan keteguhan dalam bermuamalah dan beragama saat mengemban amanah ilaahi;
Ingin merupakan manifestasi impian, cita cita, tujuan serta goal gatter pribadi maupun pengelola dalam mengusung perubahan organisasi. Perubahan yang tentunya semakin baik dan mewarnai baik di tubuh organisasi maupun di lingkungan sekitar pengelola organisasi.
Lebih ManfaatI adalah perwakilan main goal dalam meniti hidmat berorganisasi. setiap organisasi terutama organisasi sosial keagamaan layaknya JQH NU sudah barang tentu akan menyebarkan manfaat. tapi jika hasilnya lebih memberi manfaat, tentunya akan semakin melambungkan nama serta kepercayaan masyarakat dalam mengikuti organisasi ini. Dengan THOLABUL ILMI, PAC JQH NU Porong berusaha agar kedepannya semakin manfaat.
Kang Udin, Sekretaris PAC JQH NU Porong
31 Januari 2023

Leave a Reply